Jadi, beginilah ceritanya...
Aku dan beberapa teman ku yang bodoh membeli sejenis "peta hantu" di sebuah toserba saat musim panas dan akan kami gunakan sebagai panduan kami mengunjungi bermacam-macam tempat berhantu.
Kampung halaman ku adalah sebuah desa kecil di bawah kaki gunung terkenal yang dianggap suci oleh masyarakat sekitar, di sana ada banyak kuil dan candi terkenal dibangun berjajar. Bisa dibilang, lokasi ini adalah "harta karun"nya tempat berhantu di seluruh wilayah Kanto.
Peta hantu ini menunjukkan banyak tempat, seperti jembatan, air terjun, dan terowongan tempat hantu perempuan korban kecelakaan bergentayangan pun ada. Ada banyak hal-hal semacam ini di peta itu.
Tidak seperti kota-kota besar, tidak banyak yang bisa kamu lakukan ketika tinggal di gunung. Tidak lama kemudian kami sudah mengunjungi semua tempat-tempat berhantu yang bisa kami kunjungi (baik itu aku atau teman ku, tidak ada di antara kami yang bisa melihat hantu, jadi kami tidak pernah melihat hantu secara langsung), jadi ketika kami berdiskusi kemana selanjutnya akan pergi, salah satu teman ku menyarankan sesuatu.
"Aku pernah mengunjungi situs internet yang memiliki daftar tempat-tempat berhantu, dan tampaknya ada banyak tempat-tempat seperti itu di Kanto Utara", dia tidak membacanya dengan detail saat itu, jadi kami melihat blog itu lagi untuk memutuskan kemana akan pergi selanjutnya.
Dengan mudah kami menemukan blog itu. Pemilik blog itu tinggal di Tokyo dan telah mengunjungi berbagai tempat berhantu di Tokyo, Kantor, dan bahkan Tohoku, mengunggah foto-foto yang diabadikan dan menulis laporan kunjungannya di blog. Blog ini mencantumkan sebuah tempat yang disebut "tempat paling beraura jahat yang ada di Kanto Utara", aku hampir tidak dapat menahan rasa senangku ketika mengeklik tautan yang berisi tempat menarik yang akan kami kunjungi.
Judulnya saja sudah membuat bulu kuduk ku merinding. "Sungai yang diwarnai oleh darah, rawa-rawa yang berpusar dengan kebencian dari mereka yang terbunuh dalam kecelakaan~", judul-judulnya kurang lebih seperti itu.
Pemilik blog ini berkendara menggunakan mobil untuk menuju ke lokasi berhantu itu, tapi semakin dia atau mereka (tidak jelas apakah blog itu dikelola oleh satu orang atau beberapa orang) dekat dengan lokasi yang dituju, mobil yang mereka kendarai mulai sering mogok dan mesinnya bermasalah, padahal baru saja diservis. Mereka nampaknya merasa bahwa kedatangan mereka tidak disambut dengan baik di tempat itu (oleh hantu di situ?).
Melihat itu, aku setengah bercanda, "beberapa orang ada yang seperti itu ya? Merasa mereka seperti media roh gadungan atau sejenisnya? Hehe". Tapi ketika aku membaca komentar artikel tersebut, terlihat beberapa pengunjung blog setuju dengan mereka. "Aku juga mendengar suara mengerikan di telingaku ketika kesana", "aku mendengar suara dalam yang sepertinya berasal dari dalam tanah ketika aku melewati sebuah jembatan yang terkenal, dan suara itu seperti sedang berkata 'pergi, orang luar'".
Aku terus membaca, tidak percaya dengan apa yang ku lihat, namun ada beberapa tempat yang menarik perhatianku. Foto-foto yang diposting pemilik blog mengarah ke tempat berhantu terkutuk dari Kanto, itu adalah tempat-tempat yang aku kenal… Kalau dipikir-pikir, ada sungai yang berjarak kurang dari satu menit dengan berjalan kaki dari rumah orang tua ku di mana banyak sekali orang meninggal di kecelakaan kereta jauh sebelum aku lahir.
Lalu akhirnya artikel itu menyadarkan ku.
Parahnya, tempat paling berhantu di wilayah Kanto Utara..... adalah kampung halaman ku.
Yang pasti, banyak orang meninggal dalam kecelakaan kereta itu, dan sebelum insiden itu, sekelompok anak juga yang meninggal secara misterius di suatu acara festival. Aku juga tahu bahwa awalnya salah satu huruf kanji yang digunakan untuk nama tempat di kampung halaman kami bukanlah huruf yang baik, jadi mereka menggantinya dengan huruf yang lebih baik yang jika dibaca memiliki makna yang sama.
'Betapa bodohnya, tidak mungkin,' pikirku, dan semakin aku membaca, semakin kesal aku dibuatnya. Saat itulah Higurashi no Naku Koro ni (sebuah visual novel bertema pembunuhan misterius) mulai populer, sehingga pemilik blog membesar-besarkan perilaku “mencurigakan” penduduk setempat. Dia menulis hal-hal seperti, "Para wanita tua yang tertawa itu menatapku diam-diam, tanpa ekspresi, ketika aku lewat," dan hal-hal seperti itu. Maksud ku, aku tidak tahu bagaimana di Tokyo, tetapi di kota kami, jika seseorang masuk yang tidak kami kenal, orang-orang akan melihat mereka. Itu tidak dilakukan dengan niat buruk.
Ketika pemilik blog selesai "mengoceh" segala hal, mereka mengakhiri artikel itu dengan satu foto tempat paling jahat dan berbahaya yang tidak boleh kamu dekati di area itu.
Rumah orang tua ku lah yang ada di foto itu, bersama dengan beberapa rumah tetangga.
Pada saat itu, aku terkejut bahwa rumah ku dianggap sebagai tempat berhantu paling berbahaya di seluruh Kanto utara. Melihat komentar dari orang-orang asing itu membuatku tertekan juga. “Hanya dengan melihat tempat itu membuatku merinding.” “Aku bisa tahu hanya dari atmosfernya bahwa ada berbagai macam roh jahat berkerumun di sekitar area itu, apakah kesehatanmu baik-baik saja setelah mengunjunginya?” "Tidak dapat disangkal bahwa sesuatu yang mengerikan pasti telah terjadi di gudang itu, ya kan?" Oh ayolah, mereka berbicara tentang kandang tempat kami memelihara ayam dan burung puyuh kami!
Jika kalian sekarang atau nanti ingin mengakses blog itu, kalian sepertinya akan kecewa karena blog itu sudah tidak ada (mungkin mereka menutupnya?).
Oh iya, maaf ya jika kisah ku tidak menakutkan. Tapi bagiku, kisah ini bukanlah bahan tertawaan.
Terimakasih sudah membaca...
Source: Kowabana