Kasus menghilangnya Brian meninggalkan misteri bagi para penyelidik, pasalnya tidak ada akses masuk dan keluar selain pintu depan yang dilewati Brian seperti yang terekam CCTV. Polisi memiliki beberapa teori tentang apa yang sedang terjadi pada kasus ini; kecurigaan mengarah kepada salah satu teman Brian yang menemaninya berpesta pada malam itu namun menolak untuk melakukan tes pendeteksi kebohongan tentang kasus yang sedang terjadi, dugaan terlibatnya Smiley face si pembunuh berantai, hingga spekulasi bahwa Brian masih hidup dan tinggal di tempat lain dengan identitas baru.
Brian Shaffer tumbuh besar di Pickerington, Ohio, sebuah daerah pinggiran kota di luar Columbus, ia adalah anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Randy Shaffer dan Renee Shaffer. Brian lulus dari SMA lokal pada tahun 1997 dan melanjutkan pendidikan sarjananya di Ohio State University. Enam tahun kemudian Brian lulus dengan menyandang gelar sarjana di bidang mikrobologi.
Setelah itu, Brian melakukan studi di Fakultas Kedokteran Ohio State University pada tahun 2004. Di tahun keduanya di sana, ibunya Brian, Renee Shaffer, meninggal karena mielodisplasia (sekumpulan penyakit yang disebabkan oleh kerusakan sel darah). Menurut keterangan temannya Brian, meskipun terlihat tangguh menghadapi kematian sang ibu, namun Brian sebenarnya merasa sangat terpukul akan kematiannya.
Selama bersekolah di kedokteran, Brian memiliki hubungan romantis dengan mahasiswi kedokteran lain bernama Alexis Waggoner. Alexis beserta keluarga dan teman-temannya yakin bahwa Brian akan melamarnya pada tahun 2006 saat mereka akan liburan di Miami pada musim semi bulan April seperti yang mereka rencanakan. Wilayah tropis seperti Miami adalah tempat kesukaan Brian, karena Brian adalah tipikal pria yang suka hidup santai. Brian juga pernah berkata kepada teman-temannya bahwa meskipun ia mengejar karir di kedokteran, namun ambisi sebenarnya adalah membuat band musik seperti Jimmy Buffet (seorang musisi Amerika).
---
Pada tanggal 31 Maret, hari Jumat, kelas di OSU (Ohio State University) berakhir untuk liburan musim semi minggu depan. Brian dan ayahnya, Randy, merayakan kesempatan itu dengan pergi untuk makan malam steak bersama malam itu. Randy melihat bahwa Brian tampak lelah karena harus begadang di awal minggu karena harus mengerjakan beberapa ujian penting yang akan datang. Dia berpikir Brian tidak harus pergi keluar dengan seorang teman, William "Clint" Florence, nanti malam seperti yang dia rencanakan, tetapi tidak mengungkapkan keberatannya kepada putranya itu.
Pukul 9 malam, Brian bertemu Florence di Ugly Tuna Saloona, sebuah bar di kompleks South Campus Gateway di High Street, Columbus. Satu jam kemudian, Brian menelepon Alexis, yang telah kembali ke rumahnya di Toledo setelah mengunjungi keluarganya sebelum dia dan Brian dijadwalkan berangkat ke Miami. Brian dan Florence pergi melakukan bar-hopping (mengunjungi banyak bar dalam satu malam), mengunjungi beberapa tempat minum lain dan berjalan menuju Distrik Arena.
Setelah tengah malam, Brian dan Florence bertemu Meredith Reed, teman Florence, di The Short North. Reed memberi mereka tumpangan kembali ke Ugly Tuna Saloona, di mana mereka memulai malam itu, dan bergabung dengan mereka di sana. Sementara ketiganya ada di sana, Brian berpisah dari teman-temannya.
Florence dan Reed berusaha mencari Brian dan berulang kali meneleponnya. Mereka keluar dari bar itu bersama pengunjung yang lain pada pukul 2 dini hari ketika bar akan tutup, menunggu Brian di luar. Ketika mereka sadar Brian tidak ada di antara para pengunjung bar yang keluar, mereka berasumsi Brian telah pulang tanpa memberi tahu mereka. Alexis dan ayah Brian mencoba menelepon Brian saat akhir pekan, namun tidak ada jawaban. Pada senin pagi, Brian melewatkan penerbangannya bersama Alexis ke Miami yang sudah dijadwalkan jauh hari. Brian lalu dilaporkan menghilang ke kepolisian Columbus.
---
Polisi memulai pencarian Brian di bar Ugly Tuna Saloon, tempat di mana Brian terakhir kali terlihat. Karena area sekitar South Campus Gateway memiliki tingkat kejahatan tinggi, pihak bar memasang CCTV guna meningkatkan keamanan. Mereka meninjau rekaman CCTV yang menunjukkan Brian, Florence dan Reed sedang memasuki eskalator ke pintu masuk utama bar pada pukul 1:15 dini hari, kemudian pada pukul 1:55 Brian terlihat lagi sedang berbicara dengan dua orang wanita di luar bar, perbincangan itu hanya sebentar lalu Brian tampak berpamitan kepada dua orang wanita itu dan masuk lagi ke dalam bar. Selanjutnya kamera di pintu masuk tidak menunjukkan Brian yang sedang keluar dari bar, dengan kata lain nampaknya Brian hilang di dalam bar itu.
Polisi memiliki beberapa kemungkinan. Yang pertama, bisa saja Brian mengganti pakaiannya di bar dan menggunakan topi lalu keluar dari bar dengan menundukkan kepala guna menyembunyikan wajahnya dari kamera. Kedua, kamera pengawas mungkin saja luput saat Brian keluar dikarenakan meskipun salah satu kamera mengawasi seluruh area secara konstan namun kamera yang lain dioperasikan secara manual. Ketiga, Brian mungkin meninggalkan bar melalui akses yang lain. Namun, satu-satunya akses selain pintu utama adalah pintu khusus karyawan yang tidak digunakan untuk umum. Namun, pada saat itu, akses sedang terhalang oleh pekerjaan konstruksi, yang mana menurut petugas polisi akan sangat sulit dilewati oleh orang yang sadar sekalipun, apalagi oleh orang yang sedang mabuk seperti Brian pada saat itu.
Karena Columbus memiliki kamera keamanan paling banyak di kota mana pun di Ohio – lebih dari gabungan Cleveland, Cincinnati, dan Toledo – petugas selanjutnya melihat rekaman dari bar lain untuk melihat apakah kamera di sana dapat menjelaskan bagaimana Brian meninggalkan Ugly Tuna Saloona. Namun, rekaman dari kamera di tiga bar terdekat lainnya tidak menunjukkan jejaknya.
Pencarian polisi mulai menyebar dari Ugly Tuna Saloona, kadang-kadang ditemani anjing polisi, melihat dari dekat ke jalan, memeriksa tempat sampah dan wadah limbah lainnya, dan bertanya kepada penduduk apakah mereka melihat Brian. Selebaran yang memuat foto dan ciri-ciri khusus Brian pun mulai disebar secara luas. Polisi bahkan membujuk kota Columbus untuk membiarkan mereka masuk ke sistem saluran pembuangan dan mencari Brian di sana, namun tidak ada informasi berguna yang ditemukan. Di apartemen Brian di King Avenue, enam blok dari bar, mobilnya masih terparkir di luar. Di dalam mobil tidak tampak ada hal-hal yang mencurigakan.
Setelah mencari ke segala arah bermil-mil jauhnya dari Ugly Tuna Saloon tempat Brian terakhir terlihat namun tetap tidak mencium keberadaan Brian, polisi mulai mempertimbangkan kemungkinan lain. Dikarenakan ibu Brian baru saja meninggal, ada spekulasi yang berpendapat bahwa Brian sengaja pergi jauh sementara waktu untuk menenangkan diri. Namun, kepergiannya terbukti permanen. Tidak ada alasan yang jelas muncul untuknya secara sukarela menghilang.
Mereka yang melihat Brian pada malam itu, termasuk ayah Brian, diminta untuk melakukan tes pendeteksi kebohongan. Ayahnya Brian dan Reed bersedia dan telah melakukan, namun Florence menolak untuk menjalani tes itu.
---
Alexis Waggoner, kekasih Brian, selalu menelepon ponsel Brian setiap malam sebelum tidur setelah Brian menghilang. Biasanya panggilan itu akan tersambung ke pesan suara, namun pada suatu malam di bulan September panggilan Alexis ke ponsel Brian berdering tiga kali. "Aku terus menelepon ponsel Brian untuk mendengar suaranya, karena suara Brian adalah suara terbaik yang pernah aku dengar, meskipun panggilan itu tak pernah diangkat", tulisnya di halaman Myspace miliknya. Cingular, sebuah provider layanan nirkabel yang digunakan Brian, mengatakan bahwa apa yang didengar oleh Alexis kemungkinan adalah kesalahan komputer. Ping dari ponsel Brian terdeteksi di menara seluler di Hilliard yang berlokasi 23km arah barat daya dari Columbus.
Polisi menerima banyak petunjuk, namun tidak ada satupun yang membuahkan hasil dalam kasus ini. Pada konser Pearl Jam akhir tahun itu di Cincinnati, penyanyi utama Eddie Vedder meluangkan waktu di antara lagu-lagu untuk meminta petunjuk tentang hilangnya Brian, tetapi tidak ada yang berguna juga. Polisi kemudian melakukan penyelidikan di Michigan, Texas, dan bahkan Swedia.
Randy Shaffer, yang baru-baru ini menderita karena kematian istrinya, melanjutkan pencarian putranya sendiri. Seorang paranormal yang berkonsultasi dengannya memberi tahu dia bahwa tubuh Brian berada di air dekat dermaga jembatan. Dia dan Derek, adik Brian, bersama beberapa warga lain yang tertarik dengan kasus ini, membeli waders (sejenis pakaian yang terbuat dari nilon yang berfungsi menjaga tubuh tetap kering saat berada di air) dan menghabiskan banyak waktu luang mereka di sepanjang tepi Sungai Ontangy, yang mengalir melalui Columbus yang berdekatan dengan kampus OSU, mereka mencari tubuh Brian di dekat jembatan, namun semua itu sia-sia.
Kemungkinan ini juga sempat membuat polisi mempertimbangkan teori pembunuhan Smiley Face yang sangat diperdebatkan. Brian, menurut teori ini, akan menjadi satu-satunya korban pembunuh berantai yang mayatnya belum ditemukan. Polisi Columbus akhirnya menolak hubungan apa pun dengan tersangka pembunuh dalam kasus Brian, mengikuti jejak sebagian besar lembaga penegak hukum, termasuk FBI, yang telah menyelidikinya.
Pada bulan September 2008, selama badai angin kencang, Randy Shaffer sedang membersihkan puing-puing rumahnya di Baltimore. Sebuah cabang tertiup angin dari pohon terdekat dan menimpanya yang mengakibatkan kematian Randy. Tetangga menemukan tubuhnya keesokan paginya dan menelepon polisi.
Setelah berita kematiannya dimuat secara online, sebuah buku belasungkawa diposting. Salah satu tanda tangan di dalamnya berbunyi, "Untuk Ayah, cinta Brian (Kepulauan Virgin AS)". Ini menunjukkan bahwa Brian mungkin telah meninggalkan Columbus untuk hidup baru di tempat lain. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, catatan itu ditemukan telah diposting dari komputer yang dapat diakses oleh publik di Franklin County; dan dianggap sebagai hoax.
Source: Wikipedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar